KUDUS, ZONANEWS.ID – Lima bukan pasca tragedi atap dua ruang kelas yang ambrol di SDN 2 Purwosari, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, pada 12 Februari 2025 lalu. Hingga saat ini, belum ada sentuhan perbaikan untuk kerusakan tersebut.
Puluhan siswa pun terpaksa melakukan kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di ruang perpustakaan, laboratorium, hingga ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di SDN 2 Purwosari, yang dinilai kurang nyaman untuk kegiatan pembelajaran.
Padahal, sebelumnya Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengusulkan agar perbaikan ruang kelas SDN 2 Purwosari itu dilakukan dengan cepat. Menggunakan dana Tak Terduga (TT) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025.
Kepala SDN 2 Purwosari, Hery Hartati menyebut, sejak adanya kunjungan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris pada 9 Maret 2025 lalu. Belum ada tindak lanjut lagi terkait proses perbaikan ruang kelas yang mengalami atap ambro.
“Katanya akan segera direnovasi, tapi sampai saat ini belum ada progres,” kata Hery saat ditemui di sekolah, Jumat, 8 Agustus 2025.
Pihaknya pun telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, untuk memantau perkembangan rencana perbaikan ruang kelas di sekolah setempat.
“Sudah sepenuhnya ditangani dinas, sudah dibersihkan. Ini menunggu kalau anggaran sudah turun,” ceritanya.
Sementara ini, puluhan siswa kelas kelas 5, 4 dan 6 pun dipindahkan ke ruang perpustakaan, laboratorium, hingga UKS, agar kegiatan pembelajaran tetap berjalan. Meskipun, diakui kurang nyaman dan fokus untuk KBM.
“Harapan kami semoga secepatnya SD kami segera dibangun. Anak-anak kami biar bisa belajar dengan aman dan nyaman,” harapnya.
Sementara itu, Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdikpora Kudus, Ananto mengatakan bahwa progres rehab ruang kelas SDN 2 Purwosari, saat ini masih proses lelang. Anggaran yang digelontorkan sekitar Rp 422 juta.
“Tinggal nunggu pemenang lelang. Untuk berapa lama (waktunya) belum tahu, tergantung peminatnya. Kalau belum ada peminat ya mundur lagi,” tambahnya.
Untuk diketahui, Atap ruang kelas 5 di sekolah tersebut roboh pada 12 Februari 2025 akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan diduga lapuk dimakan usia. Di samping itu, waktu itu wilayah Kudus diguyur hujan deras dalam beberapa hari. ***
