Hingga pertengahan Juli, progres pembangunan masih sekitar 8 persen karena pekerjaan baru dimulai sekitar sepekan sebelumnya.
“Target kami pekerjaan bisa selesai dalam waktu sekitar tiga bulan atau lebih cepat dari jadwal kontrak. Saat ini progres masih sekitar 8 persen karena pelaksanaan baru berjalan kurang lebih satu pekan,” kata Laksana.
Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut menghadapi sejumlah kendala teknis, salah satunya keberadaan jaringan pipa air bersih di bawah lokasi galian.
Kondisi tersebut membuat proses pengerjaan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu distribusi air kepada masyarakat.
Pembangunan drainase di Jalan Pedawang merupakan bagian dari program Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus pada 2026.
Secara keseluruhan, terdapat 30 paket pekerjaan drainase dengan total anggaran sekitar Rp 10 miliar.
Melalui pembangunan tersebut, pemerintah berharap kapasitas saluran air semakin optimal sehingga dapat meminimalkan genangan, menjaga kondisi jalan tetap baik, serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
