Kemudian, kasus anak usia empat tahun sudah dilakukan penelusuran, dan setelah ditelusuri ternyata tertular dari neneknya yang positif difteri. Hal ini diketahui setelah pihaknya melakukan pemeriksaan swab.
Aniq mengatakan, tiga tahun pemerintah fokus menangani Covid-19, sehingga untuk imunisasi penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi terabaikan. Dampaknya, sekarang ini mulai muncul penyakit-penyakit tersebut.
Ditambahkan, setelah adanya kasus difteri di Kudus, pihaknya serius untuk memproteksi lewat fasilitas kesehatan (faskes) tingkat 1 yakni Puskesmas. Benar-benar mengenali secara detail gejala-gejala penyakit kejadian luar biasa (KLB).
Seperti difteri, ini gejala yang ditimbulkan terjadi sakit tenggorokan, suara serak, batuk, pilek, muncul benjolan di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening, menggigil, sesak nafas, demam dan penularannya melalui batuk, serta bersin.
”Jika merasakan gejala tersebut lakukan pemeriksaan ke dokter. Mengalami gejala penyakit difteri, terutama bila memiliki risiko untuk tertular,” ungkapnya.
Aniq mengatakan, perlu diwaspadai penyakit KLB, diantaranya polio, difteri, tetanus, campak, hepatitis, batuk rejang atau batuk 100 hari dan lainnya. Salah satu langkah mawas diri adalah dengan melakukan imunisasi dasar lengakp dan lanjutan. ***
