KUDUS, ZONANEWS.ID – Warga Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus membuat inovasi minuman dari buah parijoto yang legendaris asal Lereng Muria, menjadi minuman probiotik kombucha yang cukup kekinian di kalangan anak muda.
Setyowati Rahayu atau yang akrab disapa Buya adalah salah satu inisiatornya. Dia mengatakan, awal mula ide membuat kombucha parijoto ketika dirinya mengikuti expo di Surabaya pada tahun 2018.
“Waktu itu, kita tertarik stand milik orang Bandung yang memamerkan teh kombucha. Saya pikir-pikir kenapa tidak mencoba bikin kombucha tetapi dengan bahan dasar buah parijoto, buah khas asal Lereng Muria,” ungkap istri founder dari Alammu yang juga merupakan inisiator pembuat sirup Parijoto, Triyanto R Soetardjo.
Selanjutnya Buya menuturkan, kombucha dengan brand Kulturia tersebut mengandung banyak manfaat. Seperti menjaga daya tahan serta melancarkan pencernaan. Mengingat kandungan probiotik yang ada dalam kombucha.
“Lalu, memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Termasuk menurunkan kolesterol, menambah energi, meningkatkan imunitas, menyehatkan jantung, memperbaiki sistem pencernaan, dan menstabilkan gula darah,” tandasnya.
Dengan beberapa kali percobaan, lanjut Buya, akhirnya ditemukan resep yang pas untuk kombucha parijoto. Mengingat proses fermentasi memakan waktu dan ketelitian.
Buya juga menjelaskan tahap demi tahap dalam membuat kombucha parijoto sampai dapat dikonsumsi.
“Kita pakai parijoto yang segar. Lalu dicuci dan direbus. Kemudian setelah mendidih, didiamkan hingga suhu ruang, lalu dicampur gula dan diaduk sampai larut. Terakhir campurkan jamur scooby. Tunggu antara 7-15 hari, lalu dimasukkan ke wadah yang sudah disterilkan,” terang Buya.
