Kudus Kaya Tradisi, Musthofa Dorong Ampyang Maulid Selaras dengan Semangat Gusjigang

Anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Pelaksanaan Tradisi Ampyang Maulid dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, berlangsung meriah pada Selasa, 24 Agustus 2026.

Selain menjadi momentum keagamaan, Tradisi Ampyang Maulid juga menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam menjaga warisan budaya serta menggerakkan ekonomi lokal yang telah berlangsung secara turun-temurun di desa setempat.

Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Musthofa yang hadir langsung dalam acara Ampyang Maulid menilai tradisi tersebut harus terus dilaksanakan setiap tahun sekaligus diwariskan kepada generasi muda. 

Bacaan Lainnya

Menurutnya, generasi penerus tidak boleh hanya menjadi penonton kemeriahan acara, tetapi perlu memahami nilai dan substansi yang terkandung di dalamnya.

Terdapat tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan Ampyang Maulid. Pertama, kegiatan tersebut harus menjadi sarana untuk memperingati sekaligus meneladani akhlak Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini tidak hanya memperingati saja, tetapi ada satu hal yang menarik adalah bisa mengikuti, karena beliau itu ada sebagai teladan. Sikap, perilaku, nah ini,” ujarnya.

Kedua, Musthofa menyoroti potensi Ampyang Maulid dalam menggerakkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, kegiatan budaya dan keagamaan seperti ini dapat membuka ruang bagi UMKM untuk berkembang. 

Ia juga mendorong pemerintah daerah agar tidak sekadar menetapkan desa wisata, tetapi melakukan pemetaan potensi di setiap desa.

“Jangan hanya sekadar ada desa wisata, tapi coba dipetakan potensi-potensi desa. Sehingga nanti bisa dikerjasamakan mulai dari kabupaten, provinsi, sampai dengan juga di pusat,” tegasnya.