Kucel Nada Sumbang Tampil Menawan di Kampung Budaya Piji Wetan Kudus

Nada Sumbang menyanyikan sejumlah lagu ciptaanya di Panggung Ngepringan Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) Kudus, Selasa (06/22).

Untuk penjualan album sebelumnya dia keliling dari lapak ke lapak sendiri dan dibantu sama teman-teman seniman lainya. Untuk album Keji, dia mencetak 100 keping. Per keping dia hanya mematok harga Rp40 ribu. Dan selama berkelana ia sudah menjual sekitar 60 keping.

Selain membuat album solo, dia juga membuat karya seni yang tak kalah menarik, yakni cerita pendek (Cerpen), berisikan tentang alam dan kehidupan.

Nada Sumbang menuturkan bahwa harapannya dengan agenda tour Jalan Pengembara ini, banyak energi dan hal-hal baik yang dapat diambil dari berbagai kota dari berbagai individu.

Bacaan Lainnya

“Kalau harapan praktisnya, semoga selesai perjalan bisa produksi album,” kata Kucel.

Sementara itu, budayawan serta salah satu perintis KBPW Jesy Segitiga mengatakan acara ini sebagai ajang bersilaturahmi yang kian hari kian pudar karena peran sosial media.

“Spirit dari Nada Sumbang ini, patut kita rawat. Menjaga tali silaturahmi dengan tetap menyambangi secara langsung. Berjabat tangan. Berpelukan. Tidak hanya lewat pesan singkat. Sehingga terasa lebih khidmat,” tukasnya.

Selain itu, Jesy menambahkan bahwa acara ini sebagai wadah teman-teman pegiat seni nyambung roso.

“Seperti di posternya ‘Sambang Sambung Sumbang’, karena pertemuan adalah doa.” pungkas Jesy. (cwo/mii)