KPMD Gribig Kudus Gelar Pelatihan Eco Enzyme Atasi Limbah

Warga Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus, peserta pelatihan tengah praktik membuat eco enzyme. (ELANG)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Gribig menggelar pelatihan membuat eco enzyme di Aula Balai Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus, Minggu, 17 Juli 2022.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan wokrshop di Kudus Farm (Mojodadi Gribig) Jawa Tengah. Adapun narasumber pelatihan mendatangkan langsung dari pakar Eco Enzym dari Jawa Tengah, Diana Kristiowati.

Diana Kristiowati selaku sekertaris Eco Enzym Nusantara Jawa Tengah serta Leader Eco Enzym Nusantara Kudus, mengungkapkan eco enzyme merupakan larutan yang memiliki banyak sekali manfaat.

Bacaan Lainnya

“Eco enzyme sendiri terbuat dari hasil fermentasi tetes tebu atau molase, limbah buah, dan sayuran yang rendam air selama 90 hari (3 bulan),” kata saat ditemui di sela-sela workshop, Minggu 17 Juli 2022.

Diana mengatakan Eco Enzyme dikembangkan Dr Rosukon Poompanvong, pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand, yang melakukan penelitian sejak tahun 1980-an.

Kemudian diperkenalkan secara lebih luas Dr Joean Oon, seorang peneliti Naturopathy dari Penang, Malaysia.

Diana menyebut eco enzym sangat banyak manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari. Selain untuk pertanian organik, eco enzym juga bisa digunakan sebagai disinfektan, pembersih lantai, hingga mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Eco enzyme sendiri merupakan cairan serba guna yang dibuat dengan cara fermentasi dari kulit buah, sisa sayuran, gula merah atau molase dan air. Proses fermentasinya akan memakan waktu selama tiga bulan.

“Ketika sudah waktunya dipanen, cairan memiliki banyak manfaat bagi masyarakat ataupun lingkungan,” tuturnya.

Diana juga menjelaskan tahapan pembuatan eco enzym, yakni dengan menaruh gula, sisa buah atau sayuran, dan air dalam wadah seperti toples atau botol bekas. Semakin banyak jenis bahan buah atau sayuran yang digunakan semakin kaya hasil eco-enzyme.