Ia melanjutkan, sejak tahun 2018 AKTI Kudus selalu ikut serta dalam ajang Fornas. Para pegiat yang tergabung dalam AKTI Kudus juga memiliki kemampuan kungfu yang luar biasa.
“Sehingga kami optimis bisa mendapatkan emas,” tegas Valerie yang pernah menjadi Ketua Umum DPC AKTI Kabupaten Kudus tersebut.
Salah satu pegiat termuda yang kembali mengikuti Fornas adalah Athala Amirul Tsaqif, siswa kelas 3 SD IT Al Islam Kudus.
Meski baru berusia 8 tahun, Fornas VIII ini adalah kali ketiganya mengikuti ajang bergengsi ini. Athala pun sudah pernah membawa pulang medali emas dan perak.
“Kemarin (Fornas) dapat emas dan perak di kelas tangan kosong,” cerita Athala dengan malu-malu.
Di ajang Fornas tahun ini, ia ingin kembali meraih medali emas di kelas tangan kosong.
Keberhasilan Athala di olahraga kungfu tidak terlepas dari dukungan penuh sang ibu, dr. Isna Nurhilda. Sejak usia 7 tahun atau pada tahun 2023 lalu, sang ibu selalu mendukung kesukaan putranya itu.
“Sejak kecil Athala sangat aktif, seperti anak-anak lainnya. Lalu terpikir untuk mendaftarkan di AKTI,” cerita Ibu Athala.
“Enam bulan pertama, ikut Popda. Lalu delapan bulan ikut pra Fornas dan dapat medali, sekarang melanjutkan lagi Fornas di NTB,” lanjutnya.
Sebagai informasi, berikut daftar kontingen AKTI Kabupaten Kudus yang mengikuti Fornas VIII NTB tahun 2025 :
- Athala Amirul Tsaqif (8 tahun) di kategori <12 tahun jurus tangan kosong putra.
- Leonardo Jevino Nirvana Emty (15 tahun), Christophere Delvin Asmarawan (17 tahun), dan Gavrila Widhi Aurellia (16 tahun) di kategori 13–18 tahun jurus tangan kosong.
- Muhammad Yurcel Pamungkas (17 tahun), Kenichi Rain Lie Listiyanto (13 tahun), dan Nisya Kelinnia Alegra (15 tahun) di kategori 10–18 tahun jurus senjata.
- Ahmad Zafran Izqian Sky (10 tahun) di kategori wingchun siulimtao dan mokyanjong.***
