KUDUS, ZONANEWS.ID – Veteran Perang Konfrontasi Indonesia-Malaysia Asal Kabupaten Kudus curhat kondisinya yang malang tanpa bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.
Veteran tersebut bernama Mbah Mariyo (79) yang kala itu ikut memperjuangkan persatuan Indonesia, dengan masa tugas selama dua tahun yakni 1966-1967.
Mbah Mariyo mengisahkan kepada Zonanews.id mengenai perjalanannya. Dia juga menceritakan cara dia bertahan hidup hingga sekarang, meski tidak mendapatkan bantuan.
Veteran asal Dukuh Pranak, Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tersebut menjalankan tugasnya sebagai relawan perang saat usianya 25 tahun.
Konfrontasi Indonesia-Malaysia sendiri merupakan sebuah peristiwa perang yang disebabkan persengketaan wilayah dan penolakan penggabungan wilayah Sabah, Brunei, dan Sarawak yang terjadi antara Federasi Malaysia dan Indonesia pada tahun 1962 hingga 1966.
“Saya bertugas ketika usia saya 25 tahun (kurang lebih). Sekarang usia saya 79 lebih 1 bulan,” kata Mbah Mariyo yang diiringi tawa, di kediamannya, Selasa, 16 Agustus 2022.
Lebih lanjut, Mbah Mariyo menyampaikan lokasi penugasannya yakni di Riau Lautan, wilayah Tanjung Pinang. Di sana, ia bertugas sebagai pertahanan.
“Di sana itu saya tugasnya pertahanan. Jadi, ya, jaga terus baik siang maupun malam. Sewaktu-waktu ada apa-apa kan langsung berangkat,” imbuhnya.
Mbah Mariyo juga menuturkan setidaknya kurang lebih ada 125 relawan perang dari Kabupaten Kudus. Tentu saja ada rekan yang gugur di sana, kata Mbah Mariyo, tetapi ia lupa namanya.
“Pulangnya waktu itu giliran. Waktu itu saya pulang karena sudah selesai tugasnya. Selain itu, ada kepentingan saudaraku sedang sakit. Karena itu pulang ke Jawa untuk operasi,” ujarnya.
