Ia juga mengisahkan bagaimana dirinya berlatih Senapan Lee-Enfield (LE). Kemudian saat di lokasi pertempuran, ia juga menguasai senjata yang berat untuk menembak kapal udara atau selam, atau senjata Penangkis Serangan Udara (PSU).
“Saya itu menguasai PSU 8,5 lainnya itu ada yg menguasai 12,7. Kalau 8,5 personil penembaknya penuh, ada 16 orang. Kalau secara apa adanya, itu ya entah orang 6 atau 5 ya bisa. Karena ada bagian yang mengisi peluru, ada yang memutar arah, mengincar musuh,” imbuhnya.
Terkait, dengan adanya berita polisi tembak polisi, Mbah Mariyo mengatakan menurutnya itu suatu hal yang aneh.
“Kenapa aneh, karena sama-sama anggota kok saling tembak menembak atau saling bunuh-bunuhan itu kan tidak sewajarnya. Jadi perangnya sama bangsa sendiri. Tidak sama bangsa asing. Kalau bangsa asing kan mengerti mana kawan mana kawan. Kalau bangsa sendiri kan nggak tau mana kawan lawan, kelihatan kawan ternyata bisa lawan,” paparnya.
Selanjutnya, Mba Mariyo mengungkapkan keprihatinannya kepada teman-teman veteran. Hal ini mengingat sebagian dari mereka kurang dipedulikan Pemerintah Kabupaten Kudus.
Menurut penuturannya, peran Pemkab Kudus untuk hari ini sudah tidak lagi diketahuinya. Mbah Mariyo mengaku sempat mendapatkan bantuan beberapa tahun yang lalu. Namun tahun belakangan ini sudah tidak dapat lagi.
“Karena saya di rumah terus, dan juga sudah sakit-sakitan dan pandangan saya itu sudah ngeblur. Tapi waktu dulu, sebelum Bupati Musthofa itu ada bantuan. Setelah Bupati Musthofa itu syarat-syaratnya diperbarui dan cukup sulit,” tandasnya.
Mbah Mariyo juga mengaku tidak bisa menilai apakah bupati saat ini masih peduli terhadap veteran atau tidak. Pasalnya, setelah sebelumnya dibangunkan rumah pada September tahun 2015, ia tidak pernah lagi menerima apa pun khususnya dari Pemkab Kudus.
“Ya memang seperti ini kondisi rumah dengan anggaran dari BUMN yang kemudian turun ke Kodam, kemudian turun ke Kodim, lalu turun ke Koramil. Itu yang mengerjakan dari Koramil. Rumah seadanya karena biaya itu hanya sedikit,” jelas Mbah Mariyo.
Oleh karena itu, Mbah Mariyo berharap khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Kudus untuk lebih memedulikan veteran.***
