“Kalau bilang Haryanto lalai, itu tidak. Kita pernah mendapat predikat pelayanan terbaik, kita membantu pemerintah mengurangi pengangguran, kita tidak ugal-ugalan, didikan saya (pedoman kepada supir) agama,” ujar Haji Haryanto.
Lebih lanjut, pihaknya mengatakan bahwa musibah merupakan kehendak Allah SWT. Namun pihaknya menyayangkan adanya narasi yang mengatakan supir busnya ugal-ugalan dan lainnya.
Selepas kejadian, Haji Haryanto melalui tim yang diberikan tugas olehnya, terus berkomunikasi dengan para penumpang mobil Pajero, termasuk dengan perempuan yang sedang menjalani perawatan setelah peristiwa tabrakan.
Namun apabila proses mediasi antara PO Haryanto dengan pemilik Pajero Sport tidak menemukan titik temu, Haryanto berniat menyelesaikan masalah melalui jalur hukum.
“Kita selesaikan dengan baik, tapi kalau tidak ada titik temu, kita selesaikan dengan hukum,” tegasnya.***
