Kisah Imah yang Ngontrak di Rumah Teman : Hampir 3 Bulan Banjir di Jalan Kudus-Kayen Belum Surut

Khuzaimah (37) yang harus mengntrak di rumah kawannya di Kabupaten Kudus karena jalan Kudus-Kayen masih terendam banjir hampir 3 bulan. (NILA)

“Sekarang setiap seminggu sekali pulang dijemput suami. Kalau hari kerja tinggal di sini,” katanya.

Banjir ini dikatakan Imah paling lama sejak ia pindah ke Pati di tahun 2014. Wanita asli Jepara itu mengaku sempat mendapat bantuan dari perusahaan saat rumahnya kebanjiran. Serta kelonggaran untuk absen kerja karena terdampak banjir juga pernah didapatkannya.

Namun di tahun ini, Imah mengatakan bahwa izin pabrik cukup sulit. Sehingga membuatnya harus tinggal di rumah temannya demi kerja tepat waktu.

Bacaan Lainnya

“Biasanya paling satu bulan banjir langsung surut, ini hampir tiga bulan belum surut juga. Menurut saya ini banjir paling parah sejak pindah ke Pati,” jelasnya.

Ia pun berharap, banjir di ruas jalan penghubung Kudus-Kayen bisa segera surut. Agar ia dan masyarakat lainnya bisa kembali melewati jalan seperti sebelumnya.

Sementara itu, kawan Imah, Zulikah (54) merasa senang ditemani Imah. Ibu dari dua anak tersebut mengaku, anak-anaknya sedang bekerja di luar kota dan suaminya sudah meninggal.

Tinggal di rumah sendirian, ia merasa senang ada Imah yang menemaninya.

“Karena di rumah sendiri, jadi saya tawari buat tinggal bareng saya. Dia (Imah) mau, jadi senang ini ada temannya di rumah,” kata Zulikah.***