KUDUS, ZONANEWS.ID — Banjir yang menggenangi jalan Kudus-Kayen sudah hampir 3 bulan bertahan. Sempat surut di pertengahan Januari 2023, banjir kembali naik di awal Maret tahun ini.
Bertempat tinggal di Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Khuzaimah (37) sangat terbantu dengan jalan penghubung Kudus-Kayen tersebut. Saat jalan tidak bisa dilewati seperti saat ini, membuatnya harus memutar otak agar bisa tetap bekerja di pabrik rokok yang berada di Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Perempuan yang sering disapa Imah itu menceritakan, banjir di jalan Kudus-Kayen sudah terjadi sejak pertengahan Desember 2022. Jalan sempat ditutup di awal Januari 2023 karena ketinggian air mencapai perut orang dewasa.
Sebab itu, Imah yang bekerja sebagai buruh pabrik rokok di Kudus pun harus lewat jalan lain yang lebih jauh. Dari yang biasanya hanya 20 menit, ia baru sampai ke pabrik sekitar 1 jam saat harus lewat jalan lain.
“Dulu sekitar dua minggu, saya diantar suami buat kerja. Muter lewat jalan lain, soalnya jalan situ (Kudus-Kayen) ditutup total,” kata Imah menceritakan kisahnya, Sabtu, 11 Maret 2023.
Saat banjir mulai surut, Imah mencoba menerjang genangan air. Bahkan ia juga pernah menggunakan ojek songkro menaikkan motornya melewati banjir. Namun ongkos ojek sekali jalan Rp 20 ribu, dirasa Imah cukup memberatkannya.
Menjalani rutinitas yang cukup membuatnya lelah, ia akhirnya memilih untuk ngontrak di rumah temannya yang beralamat di Dukuh Karangrowo, Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Di rumah temannya, Imah tinggal di sana sejak pertengahan Februari 2023. Di mana saat itu, jalan penghubung dua kabupaten tersebut mulai tergenang banjir yang cukup tinggi lagi.
Mendapatkan izin dari suaminya, Imah pun dengan berat hati meninggalkan dua orang anaknya yang masih kecil. Demi bekerja tepat waktu, ia memang harus membuat pilihan.
