KUDUS, ZONANEWS.ID – Nasib “dolanan” atau permainan tradisional semakin memprihatinkan. Sebagai salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), Kementerian Kebudayaan pun mengharap agar dolanan tradisional bisa dilestarikan berbagai event lomba.
Hal itu yang disampaikan oleh Kepala Subdirektorat Pemeliharaan dan Pengembangan, Direktorat Sarana dan Prasarana Kebudayaan, Brahmantara, saat menghadiri Festival Dolanan Anak di Museum Situs Purbakala Patiayam Kudus beberapa waktu lalu.
Ia merasa prihatin bahwa dolanan tradisional di masa sekarang hanya hadir dalam event-event besar saja, seperti kegiatan festival. Padahal, dahulunya dolanan tradisional merupakan bagian terpenting dalam tumbung kembang anak.
“Saat ini kita sebatas melihatnya ketika ada event atau perayaan. Harapannya desa bersinergi dengan masyarakatnya dan anak-anak di kampung itu bisa menghidupkan kembali (dolanan tradisional),” tuturnya.
Salah satu wadah yang paling efektif yakni ketika perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Brahmana membidik, dolanan tradisional dapat mewarnai dan memeriahkan lomba agustusan yang digelar di setiap desa.
Upaya ini dinilai penting, dengan melihat bahwa anak-anak pada masa sekarang lebih asik dengan gawai dan permainan modern. Apabila hal ini dibiarkan, maka tidak mustahil dolanan trasidisional ini bisa “punah”.
