KUDUS, ZONANEWS.ID — Sebab keterbatasan anggaran yang dimiliki, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus hanya bisa menambal jalan rusak dampak dari banjir yang melanda Kudus sejauh ini. Rencana ini pun telah dikomunikasikan Pemkab Kudus dengan pihak provinsi Jawa Tengah.
“Kita sudah izin, kita diperbolehkan untuk menambal-menambal saja (jalan rusak), bukan membangun (jalan) karena keterbatasan anggaran,” kata Bupati Kudus HM Hartopo kemarin, 2 Maret 2023.
Penambalan jalan dikatakan Hartopo akan dilakukan saat cuaca Kudus sudah tidak lagi hujan. Namun tidak semua ruas jalan akan dilakukan penambalan serentak bersamaan.
“Ketika (cuaca) panas akan kita pelihara semua, tambal semua. Tapi tidak bisa serentak karena keterbatasan SDM (sumber daya manusia),” ungkap Hartopo.
Kemudian, Hartopo menjelaskan bahwa saat ini anggaran rutin yang dimiliki Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) hanya Rp8 miliar. Jumlah tersebut pun dinilai tidak cukup untuk mengcover semua perbaikan jalan rusak di Kudus.
Sebab itu, Hartopo meminta Dinas PUPR untuk berkomunikasi dengan Badan Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus untuk mencari tambahan anggaran. Bisa menggunakan dana tidak terduga (dana TT) untuk penambalan jalan rusak.
“Karena dampak dari bencana bisa menggunakan dana TT, tapi kita belum tahu berapa yang bisa digunakan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dana TT yang disiapkan Pemkab Kudus sebesar Rp8 miliar. Namun, dana TT sendiri juga dipersiapkan untuk penanganan pandemi covid-19. Bukan hanya untuk penanggulangan dampak bencana saja.
Di samping itu, Hartopo memahami bahwa kerusakan jalan di Kudus hampir merata di semua ruas jalan. Baik jalan kabupaten, provinsi, maupun nasional.
Menyadari bahwa cuaca ekstrem bisa datang sewaktu-waktu, Hartopo mengimbau semua masyarakat Kudus untuk lebih berhati-hati dalam berkendara. Di musim penghujan seperti saat ini banyak jalan rusak.***
