KUDUS, ZONANEWS.ID – Musim kemarau panjang yang melanda kawasan Pantura timur Jawa Tengah (Jateng) perlu diantisipasi masyarakat. Kondisi cuaca kering berpotensi memicu berbagai persoalan, mulai dari berkurangnya ketersediaan air bersih, gangguan kesehatan, penurunan produksi pertanian hingga kebakaran.
Pengamat lingkungan asal Kabupaten Kudus, Hendy Hendro, mengatakan wilayah Pantura timur yang mencakup Demak, Grobogan, Kudus, Jepara, Pati, Rembang dan Blora perlu meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi tersebut.
Menurutnya, musim kemarau di kawasan tersebut diperkirakan berlangsung cukup panjang dengan kondisi yang relatif kering. Fenomena El Nino juga menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan.
Hendy menjelaskan, musim penghujan diperkirakan hanya berlangsung sekitar dua hingga empat bulan. Sementara periode kemarau dapat berlangsung lebih panjang, yakni sekitar delapan hingga 10 bulan.
Kondisi tersebut berpotensi menekan ketersediaan air bersih. Sungai dan sumur dangkal dapat mengalami penurunan debit bahkan mengering, terutama di wilayah yang masih bergantung pada sumber air tersebut.
Masyarakat pun diminta menggunakan air secara hemat dan bijak. Penggunaan air sebaiknya diprioritaskan untuk kebutuhan utama agar persediaan yang ada dapat bertahan lebih lama.
“Untuk menghadapi kekeringan ini dibutuhkan penggunaan air secara hemat dan bijak, jangan boros,” jelasnya, Kamis, 1 Oktober 2026.
Selain menghemat air, upaya menjaga sumber air juga penting dilakukan untuk jangka panjang. Masyarakat dapat melakukan penghijauan, membuat embung, biopori dan sumur resapan, serta memanfaatkan tampungan air hujan.
Sementara apabila kekeringan semakin parah, distribusi bantuan air bersih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan warga. Penanganan kondisi darurat tersebut dapat melibatkan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
Kemarau panjang juga berpotensi berdampak terhadap kesehatan. Kondisi panas dan lingkungan yang kering dapat meningkatkan risiko sejumlah gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan, demam berdarah, diare, tifus, sakit mata hingga dehidrasi.
Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat dianjurkan memperbanyak minum air putih, menggunakan masker ketika berada di lingkungan berdebu, menghindari konsumsi kafein secara berlebihan serta menjaga pola hidup bersih dan sehat.
