Pemberantasan sarang nyamuk juga perlu dilakukan secara rutin untuk mencegah berkembangnya penyakit yang ditularkan melalui nyamuk.
“Bila sakit, segera periksakan ke puskesmas,” ujarnya.
Di sektor pertanian, kemarau panjang berpotensi mengganggu produktivitas tanaman. Kekurangan air dapat meningkatkan risiko gagal panen, menurunkan hasil produksi dan menambah biaya petani akibat penggunaan pompa air.
Perubahan kalender tanam serta meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman juga perlu menjadi perhatian.
Hendy menyarankan petani melakukan efisiensi penggunaan air melalui pompanisasi dan irigasi berselang. Pemilihan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering juga dapat menjadi salah satu strategi.
Petani juga dapat menggunakan mulsa untuk mempertahankan kelembapan tanah serta menerapkan pengolahan lahan secara efisien.
“Pengawasan terhadap organisme pengganggu tanaman juga perlu dilakukan secara rutin agar serangan dapat diketahui sejak awal dan segera dikendalikan,” bebernya.
Ancaman lain selama musim kemarau adalah kebakaran hutan, lahan dan permukiman. Kondisi vegetasi yang mengering, suhu panas dan angin kencang dapat membuat api lebih mudah muncul dan menyebar.
Aktivitas manusia juga perlu diperhatikan karena dapat menjadi pemicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah dan membuka lahan dengan cara dibakar.
Di lingkungan permukiman, masyarakat diimbau memeriksa instalasi listrik secara berkala. Peralatan elektronik dan kompor yang tidak digunakan sebaiknya segera dimatikan.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan dan dapat menyediakan alat pemadam api ringan sebagai langkah antisipasi.
“Sementara di kawasan hutan dan lahan, pembukaan lahan dengan cara membakar harus dihindari. Patroli dan pemantauan titik panas juga perlu dilakukan secara berkala untuk mencegah kebakaran meluas,” pungkasnya.***
