KUDUS, ZONANEWS.ID – Dunia ini memang penuh tipudaya. Siapa saja bisa tertipu dan terpedaya. Bahkan seorang penipu pun sering tertipu, sering terpedaya, bahkan oleh dirinya sendiri. Begitu gambaran yang bisa didapatkan dari naskah teater berjudul Wek-wek, karya Anton Chekov.
Digambarkan dalam naskah tersebut, empat tokoh yang diadaptasi menjadi punakawan itu memainkan adegan demi adegan yang penuh satir.
Adegan dibuka dengan munculnya Petruk (dimainkan Syamgatet) seorang anak desa yang lugu, yang mendapatkan tugas dari Bagong (HanipB2), untuk menggembalakan bebeknya dengan cara bagi hasil telur.
Celakanya semua bebek tersebut berkelamin betina.
Karena merasa “ditipu” perjanjian kerjasama tersebut, petruk pun merencanakan niat jahat untuk mencuri dua ekor bebek dengan berpura-pura bebeknya mati ditabrak motor.
Bagong yang tidak terima pun melaporkannya ke Semar (Edisu) Kepala Desa yang dianggap bijak. Disisi lain Petruk bertemu Gareng (Yakiniku) yang berprofesi sebagai pengacara. Mereka bekerjasama dan mempersiapkan rencana “licik” untuk memenangkan sidang.
Adegan persidangan di atas pangung mengalir dengan deras sekaligus menggelikan, sampai kemudian Gareng memenangkan persidangan dan Petruk mendapatkan gantirugi dari Bagong. Belum lagi dibagi, uang ganti rugi tersebut dibawa kabur Petruk saat gareng lengah.
