Kemudian beberapa hari lalu, listrik di wilayah RW 5 dan RW 4 Desa Jepangpakis juga tiba-tiba padam. Disaat warga mencoba menelfon lewat nomor aduan PLN, tidak direspons. Hal itu yang membuat warga marah dan akhirnya berinisiatif datang ke Kantor PLN UP3 Kudus.
“Warga sudah kecewa, kenapa di Desa Jepangpakis listriknya sering padam, kalau masalah di trafo, harusnya PLN memiliki persediaan, bukannya beralasan tidak ada trafo,” ungkap Sakroni menjelaskan keluhan warga.
Ia melanjutkan, peristiwa listrik padam di Desa Jepangpakis bukan hanya sekali terjadi, tapi sudah berkali-kali. Sebagai pelanggan PLN yang selalu taat membayar listrik, PT PLN harusnya memenuhi hak pelanggan dengan sebaik-baiknya.
Setelah warga menyampaikan semua keluhannya, Kades mengungkapkan, pihak PLN UP3 Kudus akan segera menindaklanjuti agar listrik di Desa Jepangpakis tidak kembali padam, maksimal sampai hari Minggu, 2 November 2025.
Kades tidak tahu pasti, tindaklanjut yang dimaksud PLN apakah dengan mengganti trafo atau menaikkan daya, ia belum tahu pasti.
“Namun yang jelas, warga Desa Jepangpakis berharp tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan karena listrik yang sering padam,” kata Sakroni.
“Kalau nanti sampai batas waktu yang disepakati tidak ada tindaklanjut dari PLN, warga akan datang ke Kantor PLN UP3 Kudus dengan massa yang lebih banyak.” tutupnya.***
