Tagih Utang, Rombongan DC Datangi Rumah Warga di Jepang Kudus hingga Berujung Ricuh

Garis Polisi di rumah warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Penagihan utang di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, berujung ketegangan setelah rombongan penagih utang atau debt collector (DC) mendatangi rumah warga pada Selasa, 13 Oktober 2026 siang hari.

Pemilik rumah, Kastimah, menuturkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.15 WIB. Saat kejadian, ia berada di rumah bersama dua cucunya. Kedatangan sejumlah orang yang meminta pertanggungjawaban atas utang tersebut.

Menurut Kastimah, rombongan pertama yang datang berjumlah sekitar sembilan orang. Mereka meminta agar utang segera dilunasi, sedangkan dirinya mengaku tidak memiliki uang untuk membayar saat itu.

Bacaan Lainnya

“Awalnya ada sembilan orang yang datang untuk meminta pelunasan utang. Namun, saya tidak punya uang,” ujar Kastimah, Rabu, 14 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut berkaitan dengan uang yang digunakan anaknya untuk menjalankan kerja sama usaha dengan sistem bagi hasil. Nilai uang yang dipersoalkan mencapai Rp 52 juta.

Kastimah mengaku tidak mengetahui secara pasti sejak kapan persoalan tersebut berlangsung. Ia juga menegaskan bahwa utang itu berkaitan dengan urusan usaha anaknya, bukan pinjaman yang dilakukan secara langsung olehnya.

Dalam proses penagihan, rombongan tersebut disebut meminta kunci mobil yang terdaftar atas nama Kastimah. Namun, kendaraan itu diangsur oleh anaknya dan kuncinya dibawa oleh yang bersangkutan.

Kastimah menuturkan, salah seorang dari rombongan menyampaikan bahwa apabila kunci mobil tidak diberikan, mereka akan membongkar kendaraan dengan bantuan tukang kunci.

Situasi di lokasi kemudian memanas. Kastimah menyebut gerbang rumahnya mengalami kerusakan. Ia mengaku tidak mengetahui secara terperinci seluruh kejadian karena memilih bertahan di dalam rumah bersama kedua cucunya.

“Gerbang rumah saya dibobol. Saya tetap berada di dalam rumah karena takut,” katanya.

Selain dugaan perusakan, Kastimah juga mengaku mendapat informasi mengenai ancaman menggunakan senjata tajam dalam kejadian tersebut.