Dia juga menekankan pentingnya keberanian untuk memulai serta konsistensi dalam proses berkarya. Rasa malu dan kekhawatiran terhadap penilaian orang lain tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuan.
Menurutnya, setiap karya memiliki proses panjang yang patut dihargai, bukan sekadar dinilai dari hasil akhirnya.
Jessy menambahkan, konten kreatif tidak harus selalu dikemas secara serius atau penuh materi edukasi. Konten ringan dan hiburan pun dapat menjadi pilihan selama tetap membawa pesan positif dan memiliki tujuan yang jelas.
“Yang terpenting adalah niat dan tujuan dalam berkarya. Tidak perlu selalu berpikir tentang untung dan rugi, karena setiap proses juga menjadi bagian dari pembelajaran,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, KBPW berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam gerakan kreatif berbasis digital.
Semangat Sedekah Daya diharapkan tidak hanya memperkuat kontribusi masyarakat terhadap komunitas, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan budaya, pengetahuan, serta potensi Kabupaten Kudus kepada khalayak yang lebih luas.
“Kami berharap semangat Sedekah Daya ini bisa menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan KBPW sekaligus memperkenalkan potensi Kudus melalui ruang digital,” pungkasnya. ***
