Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetiya, mengungkapkan pelaksanaan GPM bulan ini mencatat antusiasme warga yang paling tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Menurutnya, masyarakat sudah menunggu pelaksanaan pasar pangan murah yang digelar secara rutin tersebut.
“Untuk kegiatan GPM pagi ini yang dilaksanakan setiap Jumat minggu kedua setiap bulan luar biasa. Dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, kali ini antusias warga sangat-sangat tinggi,” ujar Didik.
Ia menjelaskan, pelibatan kelompok tani (Gapoktan) dan UMKM bukanlah hal baru karena telah menjadi bagian dari konsep penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah sejak lama.
Sementara untuk penjualan gas elpiji bersubsidi, pelaksanaan kali ini merupakan yang kedua melalui kerja sama dengan Dinas Perdagangan.
“Gapoktan dan UMKM sudah lama kami libatkan. Kalau distribusi gas ini baru dua kali, bekerja sama dengan Dinas Perdagangan. Sedangkan pelaku usahanya berasal dari binaan Dinas Pertanian dan Pangan,” jelasnya.
Didik menambahkan, sebanyak 100 tabung gas elpiji yang disediakan langsung habis diserbu pembeli dalam waktu singkat. Begitu pula dengan stok beras yang ludes terjual karena tingginya minat masyarakat.
Pada pelaksanaan GPM kali ini, Dewan Mahasiswa (Dema) UIN Sunan Kudus turut melakukan riset untuk mengukur efektivitas program dalam menjaga stabilitas harga pangan.
Hasil penelitian tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus rekomendasi bagi Pemerintah Kabupaten Kudus untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan GPM di masa mendatang.***
