Menurutnya, kepercayaan tersebut turut memengaruhi proses kepulangan pasien sehingga berpotensi membuat antrean di IGD berlangsung lebih lama.
“Ini memang sampai sekarang masih. Jadi disuruh pulang jam 09.00, pulangnya masih bar maghrib. Nah nanti kan masih antri, ya, di IGD,” tuturnya.
Lebih lanjut, dr. Hakam menyebut bahwa jenis penyakit yang banyak ditemukan yakni infeksi saluran pernapasan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang menonjol. Selain itu, kasus tekanan darah tinggi juga menjadi perhatian.
Ia menambahkan, kondisi cuaca panas dapat meningkatkan risiko dehidrasi apabila masyarakat tidak mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk memperbanyak minum air putih dan menjaga kondisi kesehatan, terutama ketika cuaca berubah serta saat memasuki musim hujan.
“Prinsipnya, kalau bisa jangan sakit. Sebelum sakit harus deteksi dulu. Ini memang kita harapkan nanti CKG harus sering dilakukan, kami juga bergerak ke sana,” ungkapnya.
Abdul Hakam berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Upaya pencegahan dan deteksi dini dinilai penting untuk menekan risiko penyakit sekaligus mengurangi beban pelayanan rumah sakit.
Dengan prediksi peningkatan kasus yang dapat bertahan hingga Februari 2027, masyarakat diminta lebih memperhatikan pola hidup sehat agar tidak sampai membutuhkan penanganan medis di tengah tingginya antrean pasien. ***
