“Kebetulan kami menerima dari SD 2 Getaspejaten, untuk hari pertama kami perkenalkan bapak ibu guru juga diperkenalkan dengan wali kelas dan teman teman,” ujarnya.
Pihaknya sekolah juga memperkenalkan ekstrakurikuler unggulan, terutama ekstrakurikuler rebana. Di samping itu juga ada ekstra ekstra lain di sekolah setempat, baik itu, pramuka, bela diri wushu, komputer, maupun sepak bola putri.
“Alhamdulillah untuk hari pertama ini saya lihat anak-anaknya juga merasa nyaman, karena kami juga berpesan kepada murid dan guru kami supaya anak-anak yang dari SD 2 Getaspejaten ini ke sini seperti di sekolahnya sendiri,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho berharap, pelaksanaan hari pertama pertukaran pelajar diharapkan tidak menimbulkan jetlag bagi anak-anak.
Ia menargetkan bahwa selama dua minggu pelaksanaan program, para peserta bisa menerima dan membawa praktek baik yang diperoleh dari masing-masing sekolah. Sehingga, target pemerataan mutu pendidikan dapat tercapai.
“Mudah mudahan hari pertama tidak menimbulkan jetlag bagi anak, adaptasi, cepet menyesuaikan. Seminggu pertama adaptasi, minggu kedua mengambil pelajaran dan budaya yang bisa dibawa ke sekolah masing masing,” ucapnya. ***
