Hari Jadi Kudus Dikaji Ulang, Pemkab Libatkan Ahli dan Sejarawan Nasional

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris membuka Seminar Nasional Rekonstruksi Historis Hari Jadi Kabupaten Kudus di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin, 27 Juli 2026. (Foto: Istimewa)

Menurut Bupati, hasil seminar akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi akademik yang selanjutnya dibahas bersama DPRD, Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus serta para pemangku kepentingan lainnya sebelum ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Abdul Halil mengatakan seminar tersebut merupakan forum akademik untuk memperoleh penguatan ilmiah terhadap hasil rekonstruksi historis Hari Jadi Kabupaten Kudus.

Tentunya, yang bersumber dari data dan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan, khususnya prasasti Mihrab Masjid Al-Aqsha Kudus sebagai sumber primer sejarah Kudus.

Bacaan Lainnya

“Seminar ini diselenggarakan untuk menghimpun pandangan para ahli dari berbagai disiplin ilmu, seperti filologi, epigrafi, arkeologi, dan astronomi kalender. Hasilnya diharapkan menjadi rekomendasi akademik yang dapat menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Kabupaten Kudus dalam merumuskan kebijakan terkait Hari Jadi Kabupaten Kudus,” jelas Abdul Halil.

Selama ini, Hari Jadi Kota Kudus selalu diperingati pada 23 September, namun berdasarkan sumber lain ada yang menyebutkan bahwa lahirnya Kota Kudus bertepatan pada tanggal 23 Agustus.

Halil menambahkan, rekonstruksi historis diharapkan tidak hanya menghasilkan penguatan akademik terhadap penetapan Hari Jadi Kabupaten Kudus, tetapi juga menumbuhkan kesadaran sejarah masyarakat.

Serta, memperkuat identitas daerah, serta menjadi pijakan dalam menata arah peradaban Kudus yang berakar pada nilai-nilai sejarah dan warisan budayanya. ***