Wanti mengungkapkan bahwa penjualan daging ayam setelah kenaikan harga dirasa mulai lesuh. Kalaupun tidak terlalu penting, warga enggan membeli daging ayam.
“Kalau tidak terlalu penting seperti ada acara hajatan, pada ga mau beli ayam mending pada beli tahu dan tempe,” jelasnya.
Kenaikan harga ayam yang mencapai Rp 40ribu per kilogram ini sejak sepekan lalu, tepatnya terhitung pada tanggal 10 Mei 2023. Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda harga daging ayam turun.
“Belum turun, ya semoga saja ini yang paling tinggi. Tidak ada lagi yang tertinggi karena jualannya pun susah,” ucapnya. ***
