Kegagalan pemain lini belakang Cipta Cendikia FA melakukan clearance di menit 45 membuat pemain bernomor 17 itu dapat ruang kosong, tapi sentuhannya pada bola tidak maksimal sehingga bola hanya melenceng ke sisi kanan gawang.
Skor 2-1 untuk Cipta Cendikia FA bertahan sampai pertandingan selesai.
Pelatih Kepala Cipta Cendikia FA, Ruly Hidayansyah bersyukur atas hasil yang diraih timnya. Sejak awal, ia dan staf pelatih memang menginstruksikan untuk tampil menyerang dengan berbagai variasi serangan dan dieksekusi baik oleh para pemain dengan hadirnya dua gol di babak pertama.
Sayang, rotasi yang dilakukan di babak kedua justru menguntungkan lawan sehingga Arema FC Women makin intens dalam menyerang. Beruntung, kedisiplinan lini pertahanan bisa mengantarkan mereka menyentuh partai final.
“Babak pertama memang saya instruksikan anak-anak untuk agresif, main antar ruang. Kalau misalnya open play tidak dapat gol, kami harus punya strong point juga, salah satunya adalah set piece dan alhamdulillah dapat dua gol. Begitu kami kebobolan satu, saya melihat Arema inisiatif langsung menyerang luar biasa dan kita memang kewalahan, jujur. Tapi saya apresiasi buat anak-anak mau kerja keras, mau disiplin lagi pertahanannya sehingga bisa mempertahankan kemenangan,” ucapnya.
Melaju ke babak final dan berhadapan dengan Goal Aksis, Alliya Khairun Nissa menegaskan tim akan bermain lebih fokus lagi.
Pasalnya, di pertemuan mereka pada babak fase grup, Cipta Cendikia FA kebobolan di menit akhir sehingga membuyarkan kemenangan mereka yang sudah di depan mata.
“(Persiapan untuk final) Kalau saya selalu berpikir semua match saya libatkan Allah, karena saya percaya kalau kita berusaha tanpa doa itu susah, dan doa tanpa usaha itu juga susah. Untuk melawan Goal Aksis di final yang pasti kita harus lebih fokus lagi, karena waktu bertemu di babak penyisihan kami kecolongannya di menit akhir dan itu sakit banget sih. Makanya kita sama teman-teman harus fokus sampai peluit selesai,” kata pemain yang berposisi sebagai kiper itu.
Sementara itu, Pelatih Kepala Arema FC Women, Nanang Habibi menilai anak asuhnya hanya kurang beruntung gagal meraih kemenangan, merujuk pada performa gemilang yang ditunjukkan di babak kedua.
Meski gagal memenuhi target untuk menembus final, tapi ia tetap mengapresiasi anak asuhnya yang tak mudah menyerah untuk mengejar ketinggalan sampai peluit akhir dibunyikan.
“Tentunya ini bukan hasil yang kami inginkan ya. Tapi terlepas itu, usaha anak-anak sudah sangat luar biasa, terutama di babak kedua mereka mengeluarkan semua kemampuannya. walaupun masih banyak yang harus dievaluasi terkait struktur organisasi di awal, kemudian penyerangannya tadi juga sedikit lemah di babak pertama. Itu semua akan kami evaluasi untuk lebih baik lagi. Semoga di musim depan bisa juara,” katanya.
Dari sisi pemain, kekalahan di semifinal terhadap Cipta Cendikia FA menjadi lecutan semangat untuk bisa memberikan performa lebih baik lagi di turnamen mendatang.
Kesya Arabela Manisya Nian, Kapten Arema FC Women menilai jika teman setimnya sudah semakin berkembang secara fisik, teknik dan dan mental setelah bermain di turnamen level nasional seperti HYDROPLUS Soccer League 2025/2026.
“Menurut saya, kompetisi ini sangat bagus soalnya level nasional dan kami harus lebih siap, jadi beda sama kalau di regional. Ini juga bagus buat perkembangan karier kami karena ada pencari bakat untuk ke Timnas dan membuat sepakbola putri untuk semakin berkembang,” ucap Kesya. ***
