Ia juga meminta dukungan dari guru untuk memantau siswi dalam konsumsi tablet tambah darah, terutama saat masa menstruasi.
Lebih lanjut, Bellinda menyebutkan bahwa Pemkab Kudus terus melakukan berbagai upaya tambahan seperti pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil serta edukasi tentang pola hidup sehat kepada masyarakat.
Kepala DKK Kudus, dr. Andini Aridewi, menambahkan bahwa gerakan ini tidak hanya menyasar anak-anak yang sudah mengalami stunting, tapi juga merupakan langkah pencegahan sejak dini.
Menurutnya, edukasi terkait pola makan sehat, aktivitas fisik, dan konsumsi tablet tambah darah sangat berpengaruh untuk mencegah anemia pada remaja dan ibu hamil.
“Penanganan stunting bukan hanya soal gizi anak, tapi juga pemahaman keluarga terhadap pola asuh dan asupan yang tepat. Oleh karena itu, Aksi Bergizi ini menjadi salah satu strategi penting yang didukung anggaran dan kolaborasi lintas sektor di Kudus,” tegas dr. Andini.
Ia pun berharap kegiatan serupa rutin dilakukan agar visi Kudus Sehat dan Indonesia Emas dapat terwujud. ***
