Arif mengakui bahwa pembelajaran yang dilaksanakan di rumah warga maupun musala memang tidak cukup kondusif bagi kenyamanan belajar siswa. Namun, hal itu terpaksa dilakukan agar KBM tetap dapat dilangsungkan.
“Untuk MBG juga tetap dapat dan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) mau untuk mengantarkan ke sini (lokasi KBM sementara siswa SDN 4 Undaan Kidul),” tambahnya.
Saat ini, lanjut Arif, progres perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di SDN 4 Undaan Kidul telah memasuki angka 30 persen. Diharapkan, pengerjaan tersebut bisa rampung tepat waktu pada 19 November 2026 mendatang.
“Di sini juga lahannya kan sempit dan sebenarnya kekurangan kelas juga, semoga nanti setelah revitalisasi selesai, anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dengan bangunan baru,” harapnya. ***
