Fasilitas Latihan Terbatas, Tujuh Atlet Renang Kudus Tetap Optimistis Kejar Emas Porprov

Atlet renang sedang menjalani latihan intensif di Waterpark Mulia Wisata, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

Di tengah persiapan, tim renang Kudus masih menghadapi kendala sarana dan prasarana. Kolam renang yang selama ini digunakan untuk latihan sedang menjalani renovasi sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Sebagai alternatif, atlet menjalani latihan intensif di Waterpark Mulia Wisata yang berada di Desa Lau, Kecamatan Dawe.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat tim menghentikan program latihan. Pelatih tetap berupaya menyesuaikan materi latihan dengan fasilitas yang tersedia agar kondisi atlet tetap terjaga hingga hari pertandingan.

Bacaan Lainnya

Dari sejumlah nomor yang diikuti, nomor estafet putri menjadi salah satu peluang yang diharapkan mampu menyumbangkan medali untuk Kudus.

Dua atlet putri yang saat ini berada di luar kota nantinya akan bergabung dengan lima atlet lainnya saat pelaksanaan Porprov. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat komposisi tim estafet putri Kudus.

Persaingan di cabang olahraga renang diperkirakan berlangsung ketat. Suprayitno menyebut kekuatan lawan relatif merata, dengan Semarang menjadi salah satu daerah yang perlu diwaspadai.

Kendati demikian, Kudus tetap membidik peningkatan prestasi. Pada ajang sebelumnya, salah satu atlet Kudus berhasil meraih medali perunggu di nomor gaya bebas. Tahun ini, capaian tersebut diharapkan dapat meningkat menjadi emas.

“Harapan kita sejatinya ada kenaikan,” kata Suprayitno.

Selain mengejar prestasi, pembinaan atlet lokal juga menjadi perhatian. Ia menjelaskan bahwa atlet yang tampil di Porprov harus memenuhi limit waktu yang ditetapkan Pengurus Provinsi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) berdasarkan hasil evaluasi berbagai perlombaan.

“Jadi atletnya ditentukan dari provinsi berdasarkan evaluasi lomba-lomba sampai finishing. Mereka masuk limit waktu yang ditentukan provinsi,” jelasnya.

Menurutnya, memberikan kesempatan kepada atlet lokal menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang agar regenerasi renang Kudus terus berjalan.

Pengalaman bertanding di Porprov diharapkan dapat menjadi modal bagi para atlet muda untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi pada kejuaraan berikutnya.

“Kita ingin memberikan kesempatan kepada atlet-atlet lokal untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman. Jadi kalau sekarang hasilnya belum maksimal atau kalah, tidak masalah, karena ini proses pembinaan. Yang penting mereka terus berlatih, punya pengalaman bertanding, dan ke depan prestasinya bisa meningkat secara bertahap,” pungkasnya.***