Era Transportasi Digital, Organda Kudus Dorong Angkutan Umum Naik Kelas

Foto bersama usai pengukuhan pengurus DPC Organda Kabupaten Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

“Tujuannya agar anak-anak sekolah yang belum layak naik motor bisa menggunakan angkutan umum,” katanya.

Namun, menurutnya, kebiasaan masyarakat telah berubah seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi.

Di tengah kondisi tersebut, rencana pengembangan Trans Jateng atau Bus Rapid Transit (BRT) di wilayah Jawa Tengah menjadi salah satu perkembangan yang turut mendapat perhatian Organda Kudus.

Bacaan Lainnya

Ia menyatakan pihaknya mendukung program pemerintah provinsi tersebut. Ia menilai kehadiran layanan transportasi baru perlu dibarengi dengan komunikasi dan kolaborasi dengan pelaku angkutan umum yang telah lebih dahulu beroperasi.

“Kita tetap mendukung program pemerintah provinsi. Nantinya kita kolaborasi dan membahas halte maupun tempat transit,” jelasnya.

Menurutnya, pembahasan mengenai rute, halte, titik transit, hingga pola operasional perlu dilakukan bersama agar layanan transportasi publik dapat berjalan dengan baik dan tidak mengabaikan kondisi angkutan umum yang sudah ada.

Ia menegaskan, Organda siap ikut berdiskusi dengan pemerintah dan pihak terkait untuk mencari pola transportasi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kita rembuk bersama. Saat ini masih dibahas oleh pihak-pihak terkait,” imbuhnya.

Mahmudun berharap transformasi transportasi di Kudus ke depan tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Menurutnya, aspek keselamatan harus tetap menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan transportasi.

“Intinya adalah keselamatan. Itu yang utama,” tegasnya.

Ia pun berharap perkembangan transportasi publik dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kembali minat masyarakat menggunakan angkutan umum.

Dengan perubahan sistem transportasi yang semakin cepat, Mahmudun menilai seluruh pihak perlu beradaptasi agar angkutan umum tetap mampu menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat.***