Untuk menjaga performa atlet, tim pelatih memberikan porsi latihan secara intensif setiap hari. Latihan dilakukan dua kali dalam sehari, yakni pada pagi dan sore.
Selain kemampuan fisik, latihan juga diarahkan untuk memperkuat mental dan teknik bertanding. Pembinaan mental dilakukan melalui komunikasi langsung antara pelatih dan atlet.
“Penekanannya pada fisik, mental, dan teknik. Latihan setiap hari, pagi dan sore,” tutur Ade.
Intensitas latihan tersebut diharapkan mampu menjaga kondisi atlet sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi pertandingan.
Dari enam atlet yang dipersiapkan, nomor kumite senior putra kelas -55 kilogram dan -75 kilogram menjadi salah satu nomor yang ditargetkan menyumbangkan medali.
Target tersebut menjadi peningkatan dari capaian Kudus pada Porprov 2023. Saat itu, karate Kudus berhasil meraih satu medali perak melalui nomor kumite -55 kilogram senior putra.
Kini, tim karate Kudus menaikkan target dengan membidik dua medali pada Porprov Jateng 2026. Satu di antaranya ditargetkan berupa medali emas.
“Kami menargetkan dua medali, satu emas dan satu medali lainnya atau reward,” ungkapnya.
Ade berharap perkembangan prestasi karate di Kudus terus berlanjut. Ia optimistis pembinaan yang dilakukan secara konsisten dapat membawa tambahan prestasi bagi Kabupaten Kudus pada Porprov tahun ini.
“Semoga dari tahun ke tahun prestasi karate Kudus semakin berkembang,” pungkasnya.***
