“Setelah itu kami riset terkait apa saja ilmu fisika yang ada dalam gamelan. Kemudian masuk ke desain buku, disini kami mendesain sendiri bukunya. Cetak prototype dan uji coba awal pada siswa SMP dan SMA,” sambungnya.
Lebih lanjut, Isna mengaku bahagia dengan hasil yang diraihnya. Kendati demikian, ia menyadari jika buku yang ia dan tim ciptakan masih perlu ditingkatkan, baik dari segi materinya maupun fitur didalamnya.
“Harapannya buku ini tidak berhenti hanya di satu materi gamelan aja. Kami ingin mengembangkan buku ini lebih jauh lagi seperti vitur AR dan ingin menghubungkan fisika dengan kebudayaan yang lain seperti tari tradisional, permainan tradisional atau bahkan menghubungkan kebudayaan dengan ilmu selain fisika,” pungkasnya.
Sebagai informasi, WSEEC sendiri merupakan kegiatan yang menjadi wadah pembelajaran dan pembinaan bagi generasi muda, utamanya di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and mathematics). Acara ini menjadi wadah bagi bidang penelitian dan karya ilmia generasi muda mulai dari SD sampai jenjang perkuliahan untuk berperan dalam persaingan dunia industri 4.0. ***
