“Di samping juga semaksimal mungkin gratisisasi, semua layanan digratiskan diupayakan bayar, kecuali di luar BPJS, seperti fisioterapi. Bayangan kita juga di daerah sini belum ada skincare, tapi regulasi masih kita godok,” kata Abdul Hakam.
Pihaknya pun menargetkan layanan di gedung baru ini dapat dibuka pada awal tahun 2027 mendatang. Diharapkan, dengan fasilitas baru tersebut, layanan kesehatan di Puskesmas Jekulo dapat semakin optimal.
Sementara itu, Pembantu Pelaksana pembangunan, Saiful Hadi, menyebut capaian pekerjaan saat ini hampir 80 persen atau lebih tinggi dari rencana yang berada di angka 65 persen.
“Untuk progres sampai saat ini hampir 80 persen dari rencana 65 persen, jadi ada deviasi positif,” ujar Saiful.
Saiful menyebut sejumlah pekerjaan yang masih tersisa di antaranya pemasangan plafon, lantai, pengecatan, dan tahap finishing. Bagian atap sendiri telah rampung 100 persen, sedangkan pengerjaan plafon masih sekitar 10 persen.
Dengan progres tersebut, pembangunan ditargetkan dapat selesai lebih cepat, yakni akhir Oktober atau paling lambat pada pekan pertama November 2026. ***
