“Ini pertama kali saya mengikuti World Junior Championships dan alhamdulillahnya saya bisa jadi juara. Saya masih merasa ini mimpi, apalagi lawan di final juga tidak mudah, sengit sekali,” tutur Radithya.
Bukan tanpa sebab Radithya bertutur bahwa melawan Fardhan di Ketika melakoni “All Indonesian Final” cukup berat. Lulusan Audisi Umum PB Djarum tahun 2018 itu sempat mengalami kekalahan ketika jumpa Fardhan di beberapa turnamen sebelumnya.
“Tapi karena pernah bertemu di turnamen lainnya, saya berusaha mempelajari permainan dia dan juga bersiap bermain hingga tiga gim. Alhamdulillah, walaupun di game kedua sempat hilang fokus, tapi saya bisa membalikkan keadaan di game ketiga dan bisa juara,” tandas dia.
Ia pun berharap, kemenangan ini dapat menjadi pijakan untuk memperoleh prestasi yang lebih tinggi lagi.
Selaras dengan Radithya, ganda campuran Luthfi/Dian menyatakan perjuangan panjang dan melelahkan di panggung BWF World Junior Championships 2026 akhirnya membuahkan hasil manis.
Gelar juara dunia yang diraih Luthfi bersama Dian menjadi bukti nyata dari konsistensi latihan serta pengorbanan yang telah dilewati. Pencapaian ini dipersembahkan sebagai bentuk rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang senantiasa memberikan dukungan moral maupun teknis.
“Kami sangat bangga dan bersyukur karena gelar juara dunia ini diraih melalui proses serta perjuangan yang tidak mudah. Keberhasilan ini kami persembahkan untuk Indonesia, kedua orang tua, tim pelatih, tim pendukung, serta seluruh suporter yang terus memberikan doa dari awal hingga akhir. Terima kasih juga kepada klub tercinta kami, PB Djarum, yang telah mendukung perjalanan karier kami hingga mencapai titik ini,” ujar Dian.
Keberhasilan menumbangkan pasangan kuat asal China, Feng Yi Lang/Li Meng Han, membutuhkan kesiapan mental yang sangat solid dari Lutfi/Dian.
Lutfi mengatakan pendekatan psikologis yang diterapkan oleh tim pelatih terbukti ampuh dalam meredam tekanan besar di partai final. Hasilnya, pasangan ini mampu tampil lepas tanpa terbebani status lawan yang dihadapi di lapangan.
“Sejak awal, pelatih selalu mengingatkan kami untuk menikmati pertandingan dan tidak terlalu memikirkan nama besar lawan. Kami diminta fokus menjalankan strategi, menjaga komunikasi, serta berusaha memberikan penampilan terbaik di setiap reli. Pelatih menanamkan kepercayaan diri bahwa setiap pasangan memiliki peluang yang sama, sehingga kami bisa bermain lepas. Berhasil mengatasi tekanan dalam perebutan poin-poin akhir juga menjadi kunci keberhasilan kami. Berusaha fokus meraih satu demi satu poin serta menjaga komunikasi agar tidak terbebani oleh papan skor. Meskipun tekanannya sangat tinggi, kami tetap percaya dengan potensi masing-masing hingga pertandingan benar-benar selesai,” jelas Lutfi.
Berikut rincian apresiasi yang diberikan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation kepada Juara World Junior Championships 2026:
Radithya Bayu Wardhana – Juara Tunggal Putra senilai Rp 45 juta
Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti – Juara Ganda Campuran senilai Rp 60 juta
Tim Manajer BWF World Junior Championships 2026 – Eskar Denantara senilai Rp25 juta
Kepala Pelatih Tunggal Putra – Wiempie Mahardi senilai Rp 25 juta
Kepala Pelatih Ganda Campuran – Muhammad Rijal senilai Rp 25 juta
Asisten Pelatih Tunggal Putra – Ihsan Maulana Mustofa senilai Rp10 juta
Asisten Pelatih Ganda Campuran – Hendra Mulyono senilai Rp10 juta. ***
