Djarum Foundation Ajak Gen Z Tak Hanya Berprestasi, tetapi Juga Memberi Dampak

Temu Wicara Nation Building Beswan Djarum 2025/2026 bertajuk “Karsa Muda Berkarya” yang menekankan pentingnya pengaruh sosial bagi generasi muda, Kamis, 5 November 2026. (Foto: Istimewa)

Ia menambahkan, semangat untuk terus bereksplorasi, memiliki jejaring sosial yang suportif, serta membangun pola pikir positif terhadap diri sendiri merupakan sejumlah hal penting yang membuatnya mampu terus berkembang.

Sebagai alumni Beswan Djarum, Natasha juga merasakan manfaat berbagai keterampilan nonteknis yang diperoleh melalui program Djarum Beasiswa Plus. Keterampilan seperti negosiasi, memahami psikologi manusia, dan berkomunikasi secara efektif dinilai sangat relevan untuk menghadapi dunia kerja.

“Trial and error juga menjadi bagian dari proses hingga akhirnya kita berhasil. Yang penting, terus mencoba karena kita tidak pernah tahu sejauh apa, sebanyak apa, dan berapa lama kita bisa mencapai keberhasilan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Berbeda dengan Natasha yang telah memiliki beragam pengalaman dan pencapaian, Guru Besar Kimia Anorganik Institut Teknologi Bandung (ITB), Ismunandar, yang juga menjadi salah satu pembicara, memandang berbagai pengalaman tersebut sebagai bagian penting dari proses pembelajaran.

“Kalau melihat CV orang lain, terkadang kesannya perjalanan mereka linear, seolah-olah sudah memiliki garis yang jelas. Padahal, perjalanan hidup dimulai setiap kali kita harus mengambil keputusan. Ada keputusan yang terkesan tidak logis, bahkan terkadang jalannya zig-zag. Jika ingin bertumbuh, berkembang, dan memberikan dampak, generasi muda harus terus belajar serta memperkaya diri dengan berbagai keterampilan. Jangan takut mengambil peluang. Kalau kita bisa, kenapa tidak?” kata Ismunandar.

Dalam diskusi tersebut, Ismunandar juga membagikan pengalamannya, mulai dari dunia akademis hingga karier profesional di bidang diplomasi sebagai Duta Besar untuk UNESCO.

Ia mengakui bahwa pengalaman tersebut sangat berbeda dengan latar belakang keahliannya di bidang kimia anorganik.

Namun, berbekal pengetahuan, pengalaman di bidang terkait, serta jejaring dan pengaruh sosial yang telah dibangun sebelumnya, ia berani mengambil kesempatan tersebut.

“Banyak peluang yang biasanya muncul ketika kita sedang dalam proses belajar, termasuk saat masih menjadi mahasiswa. Jadi, coba saja,” ujarnya.

Sebagai informasi, Temu Wicara ini dihadiri lebih dari 500 mahasiswa dari sekitar 100 universitas yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tidak hanya membuka kesempatan untuk membangun jejaring dan lingkungan sosial yang kuat, Djarum Foundation juga mendorong para mahasiswa untuk terus mengembangkan soft skills melalui pementasan teater dan tari sebagai bagian dari rangkaian program Nation Building. ***