Ditarget 1,15 Triliun, Capaian Investasi di Kudus Tembus 97 Persen di Pertengahan Tahun 2026

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus, Mohammad Fitriyanto. (Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Realisasi investasi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan tahun 2026, nilai investasi yang masuk telah mencapai sekitar 97 persen dari target tahunan sebesar Rp 1,150 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus, Mohammad Fitriyanto, mengatakan capaian tersebut mengacu pada data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Triwulan I.

Berdasarkan data itu, nilai investasi yang masuk ke Kudus mencapai Rp 1,123 triliun per Juni 2026. Nilai tersebut terbagi dalam capaian Penanaman Modal Asing (PMA) sekira Rp 32 juta, dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sekira Rp 1.091 triliun.

Bacaan Lainnya

“Investasi terbanyak masih ada di sektor industri pengolahan (manufactur),” ujar Fitrianto saat dimintai keterangan, Kamis, 30 Juli 2026.

Menariknya, seluruh proyek ini murni mengoptimalkan potensi lokal dengan menyerap 2.827 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tanpa melibatkan satu pun Tenaga Kerja Asing (TKA).

Jika dibedah per periode, Triwulan I menjadi penyumbang terbesar dengan total investasi mencapai Rp 877,44 miliar dari 593 proyek. Memasuki Triwulan II, iklim investasi tetap terjaga kondusif dengan tambahan realisasi sebesar Rp 246,08 miliar dari 808 proyek.

khusus pada Triwulan II, sektor industri pengolahan (manufaktur) kokoh memimpin sebagai penyumbang modal terbesar dengan nilai Rp 80,89 miliar dari 190 proyek, sekaligus menyerap 1.184 tenaga kerja.

Posisi kedua ditempati sektor perdagangan besar, eceran, dan reparasi dengan angka Rp 72,65 miliar. Sedangkan sektor jasa lainnya, juga menunjukan capaian bagus di peringkat ketiga dengan serapan 616 tenaga kerja.