“Karena kekurangan kelas dan kita mendapatkan bantuan juga kondisinya sudah rusak, pengisian dari Dapodik dan alhamdulillah dapat. Dan di sini karena lokasinya sangat sempit, jadi penambahan ruang kelas ke atas,” terangnya.
Kemudian, terkait dengan penggunaan tenaga manual dalam proses pengecoran, Arif menjelaskan hal itu dilakukan karena area SDN 4 Undaan Kidul yang sempit. Ditambah, banyak material yang memadati sudut-sudut area sekolah.
Sehingga, pelaksanaan proses pengecoran dilakukan secara manual. Kendati demikian, pihaknya memastikan bahwa proses revitalisasi di SDN 4 Undaan Kidul akan terus dipantau agar berjalan optimal dan tidak bermasalah.
“Untuk penunjukan kita langsung mencari sendiri untuk pelaksana. Dan dari dari sekolah lah atau panitia P2SP, gitu, begitu. Pembuat perencana kita ambil dari Purwodadi karena keterbatasan waktu, dan kebetulan saya asli Purwodadi,” terangnya.
Proyek yang sempat tertunda selama kurang lebih satu bulan ini pun ditargetkan rampung dalam kurun waktu 120 hari atau selesai pada 19 November 2026 mendatang. Sementara ini, para siswa belajar di rumah warga dan musala terdekat.
“Saat ini siswa belajar di rumah guru, rumah warga dan musala. Total siswa kita ada 98 anak. Kita pindahkan karena lokasinya juga tidak memungkinkan untuk dilangsungkan pembelajaran di sekolah,” terangnya. ***
