“Kita belum sampaikan ke Korwil (Bidang Pendidikan) di masing-masing kecamatan, setelah ini baru kita rapatkan bersama dan kaji bersama untuk menentukan skema mana yang tepat,” ucapnya.
Ia menerangkan, apabila skema regrouping diterapkan, masih memungkinkan sekolah tersebut mendapatkan kucuran dana BOS dari pemerintah pusat. Namun, hal itu juga tidak bisa serta merta diterapkan karena menimbang beberapa hal.
“Ada dua skema, yang memang sekolah dekat bisa regrouping, yang jauh ditutup. Tapi tidak semua murid sedikit sekolahnya ditutup, melihat letak geografisnya juga, kalau jauh dari sekolah lain ya memang dipertahankan,” tambahnya.
Termasuk, faktor apa yang menyebabkan sekolah tersebut kekurangan murid, apakah memang minat ke sekolah tersebut sedikit atau jumlah penduduk dengan usai kelahiran sedikit, Majid menyebut kajian masih dipersiapkan dengan matang.
“Ini masih mau proses kajian, hasil analisisnya nanti bagaimana, nah itu yang akan kita jadikan pertimbangan untuk mengambil keputusan,” tukasnya. ***
