Diperkuat Lima Atlet, Panjat Tebing Kudus Optimistis Bawa Pulang Medali Porprov 2026

Latihan intensif Atlet panjat tebing di Gedung olahraga (GOR) Wergu Wetan Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

Salah satunya dengan berlatih di Semarang. FPTI Jawa Tengah sebelumnya membuka fasilitas latihan bagi Pengkab sehingga tim Kudus dapat berlatih di sana setiap pekan.

“Kita sempat ke Semarang setiap minggu untuk latihan di dinding kompetisi,” katanya.

Latihan tersebut dinilai penting karena beberapa nomor yang akan dipertandingkan membutuhkan fasilitas dengan standar yang sesuai.

Bacaan Lainnya

Porprov Jateng 2026 juga menjadi pengalaman penting bagi sebagian besar atlet Kudus. Hema menyebut mayoritas atlet yang dibawa tahun ini merupakan wajah baru.

Ada atlet yang masih duduk di bangku SD, SMP, hingga SMA. Hanya satu atlet yang sebelumnya pernah mengikuti Porprov.

Meski mayoritas masih minim pengalaman di ajang Porprov, tim pelatih tetap mempersiapkan atlet untuk turun pada sejumlah nomor sesuai strategi pertandingan.

Dalam Porprov terdapat sejumlah nomor panjat tebing, sementara setiap atlet memiliki batas maksimal mengikuti tiga nomor. Karena itu, FPTI Kudus akan menyesuaikan nomor yang diikuti berdasarkan peluang masing-masing atlet.

“Mana yang berpeluang, itu yang kita daftarkan. Atlet tetap latihan di beberapa nomor,” jelasnya.

Pada Porprov sebelumnya, panjat tebing Kudus mampu meraih dua medali emas, dua perak dan satu perunggu. Namun, atlet yang menjadi bagian dari perolehan tersebut sudah tidak seluruhnya mengikuti Porprov tahun ini.

Selain persiapan Porprov, pembinaan atlet muda juga terus dilakukan. Saat ini terdapat sekitar 50 peserta yang mengikuti pembinaan di klub-klub panjat tebing Kudus.

Hema berharap fasilitas panjat tebing di kawasan GOR Kudus dapat diperbaiki dan dilengkapi sehingga dapat digunakan untuk latihan atlet prestasi maupun pembinaan usia dini.

“Di klub anak-anak ada sekitar 50 peserta. Mereka juga membutuhkan sarana yang proper,” katanya.

Menurutnya, perbaikan fasilitas tidak hanya dibutuhkan untuk menghadapi kompetisi, tetapi juga untuk menjaga keberlanjutan pembinaan atlet panjat tebing di Kudus.

“Mudah-mudahan sarana di GOR bisa diperbaiki tahun depan, supaya pembinaan atlet dan latihan bisa lebih maksimal,” pungkas Hema.***