“Ini sementara masih 23 anak yang dirawat di RSUD Kudus, masih dari sekolah yang di SMA 2 Kudus. Akan kami pantau terus perkembangannya,” tandasnya.
Salah satu orangtua siswa, Nur Wahidah, terlihat mengantarkan putranya yang masih mengenakan seragam SMA 2 Kudus ke RSUD Kudus dengan membonceng ojek online. Ia mengungkapkan bahwa anaknya merasa mual hingga diare usai menyantap MBG.
“Mules-mules, terus mulai tadi malam diare. Lalu ada temannya yang juga merasakan sama,ada yang dibawa ke rumah sakit, saya tanyakan anak saya juga masih diare, jadi saya antar ke rumah sakit,” katanya.
Putranya sendiri duduk di bangku kelas 1 SMA 2 Kudus. Nur menceritakan bahwa anaknya baru kali ini terkena diare karena mengonsumsi MBG. Padahal, sebelum-sebelumnya baik-baik saja dengan menu yang disediakan.
“Menunya kemarin soto ayam katanya,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menghitung bahwa total siswa yang diduga mengalami keracunan sekitar 97 siswa, dari total penerima di SMA 2 Kudus 1.180 siswa. Mereka telah menerima perawatan medis di sejumlah rumah sakit.
“Ada RSUD Kudus, RS Sarkies Aisyiyah, RS Aisyiyah, RSI Sunan Kudus, RS Kumala Siwi, RS Kartika Husada. Penanganan rumah sakit dilakukan secara cepat dan semua pasien di-cover BPJS,” tandasnya. ***
