“Meskipun belum bisa masuk juara tiga besar, tapi ini sudah luar biasa. Penampilan mereka juga sudah bagus-bagus, dan nilanya memang selisih sedikit-sedikit dengan yang lain,” katanya.
Menurutnya, ajang kompetisi semacam ini merupakan wadah untuk mengekspresikan bakat siswa. Menang atau kalah sudah biasa dalam sebuah kompetisi. Oleh karena itu, Anggun berpesan agar para peserta tidak berkecil hati dengan hasilnya.
“Tahun ini memang turun dari tahun kemarin. Nanti jadi bahan catatan evaluasi bersama KKG Bahasa Jawa dan PAI, akan kita ajak diskusi juga,” tuturnya.
Untuk diketahui, peserta yang mewakili Kudus di ajang Mapsi dan FTBI tingkat Jawa Tengah ini, sudah melalui seleksi yang ketat dari tingkat korwil kecamatan. Kemudian, diseleksi kembali di tingkat kabupaten, untuk memilih yang terbaik.
“Ada 164 orang yang kita berangkat kemarin, itu termasuk peserta siswa dan pendamping untuk FTBI dan Mapsi,” tambahnya.
Lomba FTBI jenjang SD dan SMP tingkat Provinsi Jawa Tengah telah berlangsung pada 14-16 Oktober di Surakarta. Kemudian lomba MAPSI jenjang SD berlangsung pada 17-19 Oktober 2025 di Purbalingga. Sedangkan, lomba MAPSI jenjang SMP berlangsung pada 21-23 Oktober 2025 di Banyumas. ***
