“Teknik diperbaiki, terus diolah mentalnya. Sering bertanding ke luar kota, ikut turnamen untuk menguji mental,” jelas Bambang.
Galih mengaku persiapannya saat ini berada di kisaran 80 persen. Ia masih ingin meningkatkan kondisi fisik sebelum pertandingan Porprov dimulai.
“Saya berusaha buat ngejar itu biar enggak ketinggalan nanti pas tanding,” tuturnya.
Sementara itu, Bambang menilai kesiapan Galih telah mencapai sekitar 90 persen. Menurutnya, latihan yang dilakukan sejak awal tahun membuat atlet tersebut sudah cukup siap untuk menghadapi pertandingan.
“Kalau persiapan ya sudah sangat maksimal. Latihannya sudah rutin dan sudah siap tanding,” ungkap Bambang.
Porprov Jateng 2026 juga menjadi pengalaman pertama Galih di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Namun, ia memiliki bekal dari sejumlah kompetisi sebelumnya.
Dalam persaingan nanti, Galih mengakui sejumlah daerah memiliki atlet dengan pengalaman bertanding yang lebih tinggi. Sukoharjo menjadi salah satu daerah yang dinilai memiliki lawan berat.
Bambang menyebut selain Sukoharjo, beberapa daerah yang patut diperhitungkan adalah Tegal dan Semarang. Persaingan diperkirakan berlangsung ketat karena sejumlah atlet memiliki pengalaman dan jam terbang yang lebih tinggi.
Untuk target, PELTI Kudus mematok medali perunggu bagi Galih. Target tersebut disesuaikan dengan kondisi persaingan dan pengalaman para pemain yang akan dihadapi.
“Targetnya perunggu. Tapi enggak tahu perkembangan yang lain, karena anak ini semakin matang,” kata Bambang.
Galih sendiri berharap bisa meraih medali perunggu atau bahkan perak dalam debutnya. Ia akan turun di nomor tunggal putra dan bertanding di wilayah Semarang Raya.
Bambang berharap seluruh proses latihan yang telah dijalani dapat menjadi bekal bagi Galih untuk tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi Kudus.
“Semoga Galih bisa tampil maksimal, menjaga mental dan fisiknya, serta mudah-mudahan bisa masuk final dan membawa medali untuk Kudus,” pungkas Bambang.***
