Debu Musim Giling PG Rendeng Ganggu Warga, Pabrik Optimalkan ESP dan Tambah Titik Spray

Proses produksi di PG Rendeng, Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Debu yang dihasilkan dari aktivitas Pabrik Gula (PG) Rendeng di Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, selama musim giling tebu berlangsung kembali dikeluhkan warga sekitar.

Debu yang terbawa angin disebut masuk hingga ke permukiman. Rumah, kendaraan, hingga lingkungan di area sekitar PG Rendeng disebut terus-terusan dipenuhi debu meski sebelumnya telah dibersihkan.

Salah satu warga Desa Rendeng, Toriq, mengatakan persoalan debu dari aktivitas PG Rendeng bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, kondisi serupa hampir selalu dirasakan warga ketika musim giling tebu dimulai.

Bacaan Lainnya

“Setiap musim giling begini, debunya kalau disapu itu lumayan banyak. Kalau kelilipan itu sakit, jadi harus beli obat mata,” tegas Toriq.

Ia menyayangkan belum adanya langkah yang dinilai efektif untuk mencegah debu yang menyebar. Toriq berharap pihak pabrik dapat meningkatkan upaya antisipasi sehingga aktivitas produksi tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat.

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Manager Teknis PG Rendeng, Yuke Adetya, menjelaskan bahwa pabrik menggunakan bahan bakar biomassa berupa ampas tebu sebagai bahan bakar boiler.

Proses pembakaran tersebut menghasilkan abu yang terdiri dari abu berat atau bottom ash dan abu ringan atau fly ash yang berpotensi terbawa udara.

Menurut Yuke, PG Rendeng telah dilengkapi perangkat Electrostatic Precipitator (ESP) untuk menangkap fly ash. Perangkat tersebut, kata dia, merupakan salah satu teknologi yang digunakan pada industri gula berbahan bakar biomassa untuk mengendalikan emisi abu hasil pembakaran.

“PG Rendeng sudah dibekali peralatan tersebut. Terkait ESP kami mempunyai dua filter kompartemen, sisi utara dan sisi selatan. Di filter itu kami optimalkan untuk menangkap abu,” terang Yuke saat ditemui, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Namun, Yuke menyebut pengaturan arus listrik pada ESP saat ini masih dibatasi karena terdapat kekhawatiran terhadap kondisi trip pada perangkat tersebut.