Apabila arus dinaikkan terlalu tinggi, dikhawatirkan sistem mengalami gangguan sehingga justru dapat memengaruhi operasional peralatan penangkap abu.
Untuk penanganan jangka pendek, PG Rendeng memasang sejumlah titik spray atau penyemprot air untuk mengabutkan air di area yang berpotensi menjadi sumber penyebaran abu.
Langkah tersebut dilakukan agar abu ringan yang beterbangan dapat ditangkap, kemudian dijatuhkan sehingga tidak menyebar terlalu jauh ke lingkungan sekitar pabrik.
“Kami pasang beberapa titik untuk abu boiler dan juga ampas halus. Sekarang memang ada debu putih halus, itu kami pasang spray bertingkat. Ada mitigasi penanganan jangka pendek,” kata Yuke.
Yuke menambahkan, evaluasi terhadap pemasangan spray dilakukan setiap hari dan titik penyemprotan akan ditambah apabila diperlukan.
Selain itu, pihak pabrik juga berencana memasang paranet untuk membantu menahan abu agar tidak terbawa angin terlalu jauh.
Sementara perbaikan pada sistem ESP akan dilakukan secara bertahap, termasuk pengecekan panel dan inspeksi bagian dalam perangkat setelah kondisi operasional memungkinkan.
“Untuk penanganan jangka pendek nanti tambah titik spray dan paranet biar tidak sampai terbang jauh, dia tempel dulu,” pungkasnya.
Yuke menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan teknisi khusus untuk melalukan pengecekan secara menyeluruh dan mendalam. Giat tersebut akan dijadwalkan pada awal November 2026 mendatang.
“Kami sudah janjian, karena inspeksi harus masuk ke dalam, kalau kondisi operasional tidak bisa karena kondisi panas. Kita target selesai musim giling pada Oktober (2026),” tukasnya. ***
