Dari Lereng Muria, SDN 2 Japan Kudus Lahirkan Generasi Berkarakter Religius

Murid SD 2 Japan, Kudus menunjukan buku Pandugama (Panduan Keagamaan) yang berisi surat-surat pendek dan doa keseharian. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

Pri menegaskan bahwa program ini tidak mengganggu pembelajaran formal. Bahkan, pernah ada sistem mirip SDIT dengan pelajaran diniyah di siang hari, namun dihentikan sejak 2016 agar siswa bisa fokus di TPQ masing-masing.

“Kegiatan ini malah mendukung, bukan mengganggu. Anak-anak juga jadi lebih disiplin dan punya bekal agama,” ungkapnya.

Selain kegiatan harian, SDN 2 Japan juga mengadakan program keagamaan tematik sesuai bulan tertentu. Saat Maulid Nabi, siswa membaca Al-Barzanji selama sebulan penuh, dan selama Ramadan ada tadarus massal yang melibatkan siswa kelas IV hingga VI.

Bacaan Lainnya

“Setiap Jumat tetap diisi dengan kegiatan tahlil bersama,” tambahnya.

Pri menyebut, pembiasaan keagamaan ini terbukti membentuk karakter siswa yang kuat, bahkan berprestasi di tingkat kabupaten. SDN 2 Japan sering meraih juara di ajang MAPSI (Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami), seperti lomba tilawah, adzan, kaligrafi, dan macapat Islami.

“Kami juga punya ekstrakurikuler pendukung seperti kaligrafi, tilawah, karawitan, hingga pramuka. Ini bagian dari pembibitan bakat dan karakter,” pungkasnya. ***