Cipta Cendikia FA Tekuk Scorpion FC 2-0, Pastikan Langkah ke Semifinal HYDROPLUS Soccer League All-Stars

Cipta Cendikia Football Academy (FA) Bogor (jersey putih hijau) berhasil membungkam perlawanan Scorpion FC Kudus (jersey biru) dengan skor 2-0 di laga terakhir fase penyisihan grup B U-15 HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (10/7). Cipta Cendikia FA memastikan diri melangkah ke babak semifinal setelah menjadi juara Grup B U-15 dari hasil laga tersebut. (Foto: Istimewa)

Berawal dari aliran umpan dari lini tengah, Ayla Dva Khala Ahisma melakukan sprint memanfaatkan kecepatannya menuju mulut gawang.

Melihat kiper lawan berada terlalu maju, Ayla tanpa ragu melepaskan sepakan keras yang bersarang di gawang untuk membawa Cipta Cendikia FA memperlebar keunggulan menjadi 2-0.

Memasuki sisa babak kedua, tempo permainan semakin cepat. Scorpion FC berusaha bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan, namun rapatnya pertahanan Cipta Cendikia FA membuat setiap upaya belum mampu berbuah gol.

Bacaan Lainnya

Hingga peluit panjang dibunyikan, keunggulan Cipta Cendikia FA tetap bertahan di papan skor. Kemenangan atas Scorpion FC memastikan cipta Cendikia FA berlaga di babak knock-out.

Pelatih Kepala Cipta Cendikia FA, Ruly Hidayansyah mengapresiasi performa tim yang dapat memenuhi target meraih poin penuh dan tampil all out mengantisipasi pola permainan lawan.

Selain menyiapkan set play yang diracik dari hasil pengamatan kekuatan lawan, Coach Ruly juga mengandalkan fleksibilitas para pemain agar bisa ditempatkan di berbagai posisi agar permainan lebih berkembang di lapangan.

“Kunci kemenangan adalah disiplin pertahanan. Lawan semangat, kami harus lebih semangat, mereka punya kecepatan, kami harus lebih cepat. Alhamdulillah tim bisa menjalankan instruksi dengan baik. Kami sudah mempersiapkan dengan sangat matang, baik attacking, defending maupun transisi. Tim kami sudah terlatih untuk transisi negatif, dimana ketika kehilangan bola, lima detik pertama harus ambil. Kalau tidak, kita reorganize. Begitu pula positioning pemain yang tadinya striker, berpindah jadi winger atau gelandang itu sudah di set saat latihan,” urai Coach Ruly.

Salah satu key player Cipta Cendikia FA, Ayla Dva Khala Ahisma menampilkan skill impresif dalam mengolah bola dan melewati tiap lapis penjagaan lawan. Kecerdikan dan kecepatan Ayla untuk mengisi ruang penyerangan menyempurnakan set piece yang dirangkai rekan satu timnya.

“Pertandingan hari ini cukup panas dan ngotot juga. Akhirnya kita bisa membobol gawang Scorpion FC. Kami di lapangan bisa bermain lepas, tidak terbebani target poin penuh dari pelatih. Tadi sewaktu mendapat bola saya harus kuat (berlari) dan percaya diri untuk terus maju. Lalu saat ada peluang, langsung shooting keras,” kata Ayla pasca laga.

Sementara itu, meski harus terhenti di fase grup, Scorpion FC memetik pengalaman berharga sebagai bekal untuk menyambut musim pertandingan selanjutnya.

Bagi Pelatih Scorpion FC, Islam Andhika hal terpenting dalam proses pembinaan sepak bola putri adalah pengembangan karakter dari pribadi masing-masing pemain serta semangat juang yang terus berkobar sekalipun ada di posisi sulit.

“Yang terpenting para pemain karakternya bisa jadi top profesional di bidangnya masing-masing. Fighting spirit mereka tinggi, bisa berjuang maksimal meski hasilnya belum berpihak pada kami. Hasil tiga pertandingan di putaran nasional ini juga akan menjadi ‘PR’ bagi kami untuk menyiapkan tim di musim selanjutnya, semoga hasil polesan-polesan kami menunjukkan kualitas lebih baik lagi,” tutur Coach Islam.

Dari sisi pemain, kiper Scorpion FC, Alya Putri Arianto ingin terus mengasah kemampuannya di dunia sepak bola. Bukan sekali dua kali Alya tampil di panggung nasional. Kali ini, Alya mengambil pelajaran untuk lebih tenang dan berani mengambil aksi di lapangan.

“Menurutku pertandingan hari ini tegang karena dapat serangan terus. Jadi harus tetap fokus untuk bisa membaca pertandingan. Saya tentu perlu meningkatkan latihan lagi, lebih disiplin dan berani. Mental juga harus kuat ya, karena hasil tidak selalu sesuai dengan keinginan,” kata Alya. ***