Pada Minggu, 6 September 2026, kegiatan berlanjut dengan klumpukan warga dan pengajian Maulid. Festival kemudian resmi dibuka pada Senin, 7 September 2026.
Setelah pembukaan, masyarakat dapat menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan musik. Pentas seni digelar secara berturut-turut hingga Rabu, 9 September 2026, dengan penampilan grup musik yang berbeda setiap malamnya.
Setelah agenda Pengajian Budaya pada Kamis malam, kegiatan kembali berlanjut pada Jumat, 11 September 2026 melalui pentas seni dan penampilan Ambyaran Band.
Sementara pada Sabtu, 12 September 2026, festival diisi pengajian Maulid dan sarasehan budaya. Sarasehan tersebut mengangkat tema “Air sebagai Bukti Sejarah Perkembangan Budaya”.
Sejumlah narasumber dijadwalkan hadir dalam sarasehan, di antaranya Sangita Lesbumi, Linguistik Puisi Lesbumi, Semakan Kudus, Ustaz Nur Khayadi selaku pemangku Situs Sumur Gentong, KH M Djadul Maula selaku budayawan dan pengasuh Ponpes Kaliopak Yogyakarta, serta Dr. Abdul Jalil selaku budayawan dan dosen UIN Sunan Kudus.
Puncak festival akan berlangsung pada Minggu, 13 September 2026 melalui kirab budaya. Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dan menjadi penutup seluruh rangkaian Festival Budaya Situs Sumur Gentong 2026.
Ansori menyebut terdapat tiga agenda utama yang selalu dipertahankan dalam penyelenggaraan festival tersebut, yakni pengajian, sarasehan budaya, dan kirab budaya.
“Setiap festival ini pasti ada tiga event utama. Satu pengajian, kedua sarasehan, yang ketiga kirab,” ujarnya.***
