KUDUS, ZONANEWS.ID – Muhammad Luqmanul Hakim berhasil mencetak sejarah sebagai siswa MA Qudsiyyah Kudus pertama yang mengukir prestasi di kancah internasional.
Siswa kelas XI tersebut akan terbang ke Dubai, Uni Emirat Arab, untuk mengikuti ajang Arabic Reading Challenge (ARC) pada Oktober 2026 mendatang, bersaing keterampilan bahasa arab bersama peserta dari berbagai negara.
Sebelumnya, Luqman, sapaan akrabnya, berhasil menyabet juara 1 tingkat MA/SMA se-derajat pada seleksi ARC tingkat nasional. Kemudian, meraih peringkat dua terbaik di seluruh kategori, baik SD, SM, SMA maupun se-derajat.
Dari prestasi itu, Luqman dipilih untuk mewakili Indonesia untuk mengikuti ARC tingkat internasional yang akan digelar di Dubai. Ia akan membawa nama Indonesia bersama delegasi dari Jakarta, yang merupakan peserta peringkat pertama.
Sejak proses seleksi berlangsung pada Mei hingga Juli, putra kedua dari pasangan Subari dan Siti Niāamah tersebut menghabiskan waktunya untuk membaca berbagai buku berbahas Arab. Khususnya buku sirah atau sejarah.
Setiap buku yang dibaca tidak hanya dipahami, tetapi juga dirangkum secara manual. Setelah mencatat poin-poin penting, ia kembali menelaah dan memperbaiki hasil rangkumannya hingga menghasilkan tulisan yang lebih baik.
“Biasanya saya membaca lebih dulu, kemudian mencatat poin-poin pentingnya. Setelah dipahami, saya membuat ringkasan dengan tulisan tangan, lalu saya perbaiki lagi jika masih ada kalimat yang kurang pas supaya hasilnya lebih menarik,” jelasnya.
Pada tahap seleksi nasional, Luqman telah merampungkan rangkuman dari 25 buku bertema sirah atau sejarah Islam. Untuk menghadapi kompetisi di Dubai, ia memasang target yang lebih tinggi dengan menambah jumlah buku yang akan dirangkum.
“Target saya bisa merangkum 50 buku. Mudah-mudahan dapat tercapai sesuai yang saya harapkan,” kata siswa yang juga mengenyam pendidikan agama di Pondok Pesantren Al Maimuniyyah Kudus, di bawah asuhan KH Naf’an tersebut.
Minatnya terhadap bahasa Arab mulai tumbuh sejak menjalani kehidupan sebagai santri dan belajar di MTs Qudsiyyah.
Sejak saat itu, Luqman semakin akrab dengan kitab-kitab berbahasa Arab hingga terdorong mengikuti berbagai kompetisi, mulai dari musabaqah qiraatul kutub hingga lomba bahasa Arab.
