“UMKM juga tumbuh, termasuk homestay, hotel, pelaku usaha, sampai rental kendaraan. Kegiatan ekonomi lainnya juga ikut bergerak,” jelas Sam’ani.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemkab Kudus turut mengajak masyarakat menjadi tuan rumah yang baik bagi para atlet, ofisial, dan pendamping dari berbagai negara.
Keramahan warga, keamanan lingkungan, serta kesiapan sarana dan prasarana menjadi aspek yang diperhatikan agar para tamu merasa nyaman selama berada di Kota Kretek.
Selain berdampak pada sektor ekonomi, penyelenggaraan MilkLife Superliga Junior 2026 juga menjadi momentum memperkuat identitas Kudus sebagai daerah yang memiliki tradisi panjang dalam olahraga bulutangkis.
Keberadaan Djarum yang selama bertahun-tahun membina dan melahirkan atlet berprestasi menjadi salah satu modal untuk memperkenalkan Kudus melalui penyelenggaraan event olahraga berskala internasional.
Sam’ani berharap semakin banyak kejuaraan olahraga berskala nasional maupun internasional yang digelar di Kudus sehingga mampu mendatangkan lebih banyak pengunjung dan menggerakkan perekonomian daerah.
“Mari kita angkat ekonomi rakyat dan mulai memperkenalkan bahwa Kabupaten Kudus juga menjadi daerah yang ramah olahraga atau sport tourism di Indonesia,” pungkasnya. ***
